POPPYCOCK!
Lantai 3 Gedung
Ekonomi
“semuanya masuk kedalam
kamar masing masing, istirahat” ( kakak ospek )
“iya kak”
Aku ( Haura ) masuk kedalam kamar, tapi aneh
kamarku lebih terlihat seperti sebuah lorong yang pencahayaannya kurang. Tidak ada
kasur ataupun lemari, hanya ada sebuah kursi panjang dengan 2 bantal diatasnya.
Aku duduk di lantai lorong itu, em maksudku kamar, wajahku terlihat seperti
menunggu seseorang
Ternyata benar, Raihan masuk kedalam kamar
dan duduk disampingku mengeluarkan banyak sekali kertas dari tasnya. Putih,
merah, pink, biru, dan sebuah kertas yang berisikan tulisan tulisanku setahun
lalu.
Aku jelaskan dulu soal Raihan, dia itu adalah
seorang lelaki yang memiliki tinggi badan sekitar 160 cm, berkulit putih dengan
mata yang sipit, kalau tertawa, semua gusinya akan terlihat. Dari yang kulihat,
ia senang sekali memakai sepatu kulit sepertinya, senang sekali mendengarkan
musik dari headset putihnya, memiliki selera humor yang tinggi, sangat cuek
dengan orang disekitarnya, berbicara seperlunya saja. Kalau kau baru
mengenalnya, kau akan mengira ia adalah orang yang sangat sombong, tidak mau
berteman, belagu dan sangat pantas untuk dibenci. tapi ia tidak begitu... dan
Raihan adalah orang yang pernah aku suka dulu.
Aku terperangah, mengapa kertas itu bisa
berada padanya? Dia menunjukan semua kertas itu padaku dengan senyuman yang
sangat gembira di wajahnya. Kau tau apa tulisan didalam kertas itu? Aku sedikit
lupa, tapi yang kuingat
“siapa itu han? Boneka mah”
Dan ada satu kertas berwarna merah, berbentuk
hati yang bikin aku penasaran, aku lihat sedikit dan aku tertawa keras sekali,
bahagia sekali ketika membacanya. dia juga tertawa dan memegang tanganku, (
seperti disambar petir tanganku ) tapi aku lepaskan dengan alasan jempol kakiku
gatal dan butuh tanganku ini untuk menggaruknya. Demi Allah aku senang sekali
mengingat kejadian itu. Dia mengatakan kalau ia dapat semua kertas itu dari Nabilla,
teman sekelasku yang tidak terlalu dekat denganku.
“iya aku mata matain kamu lewat nabilla, aku
harus berterima kasih sama nabilla karena udah bantuin aku dapetin kertas rahasia kamu ini he he”
“pantas saja akhir akhir ini aku merasa nabilla
jadi lebih dekat denganku, ternyata ada sesuatu dibalik itu ha ha ha”
Aku berjalan keluar kamar meninggalkan Raihan
duduk didalamnya, disamping ruang tv ada nabilla sedang duduk bersama dan ia
berbisik kepadaku
“Haura, Raihan tantadzir al ijaabah minki”
artinya ; Haura, Raihan menunggu jawabanmu
Aku hanya tertawa mendengarnya, dan berlari
ke taman mengangkat jemuran karena langit siang itu terlihat gelap dan aku
pikir akan turun hujan. Saat aku berbalik badan, Raihan sudah ada dibelakangku
dan berkata
“bagaimanaa ra?”
“lihat saja nanti, apa kabar Risa?”
“sudah tidak denganku lagi, makannya aku
mengambil kesempatan ini buat kamu”
Aku selau tersenyum ketika melihat ia
tersenyum. tadi malam puul 02.00 pun juga begitu ketika bangun, aku tersenyum.
Itu hanya cerita fiksi, bila ada kesamaan
nama, tempat ataupun cerita, itu hanya fiksi belaka.
My dreams last night! Can we back to 9 hours
ago Raihan?
Or can this fiction story be a reality? Ha ha
ha just kidding
Just an impossible thing, POPPYCOCK!

Jadi inget lagunya peterpan yg judulnya "Khayalan tingkat tinggi"
BalasHapus