Dilan dan Milea adalah Dilanku dan Mileaku tahun 2015
Kamu tahu
novel “Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990” dan “Dilan, dia adalah Dilanku
tahun 1991: ?
Itu loh
novel karya Pidibaiq yang menceritakan tentang, ah entahlah menceritakan apa, yang
jelas isi novel itu selalu membuat aku tersenyum, tertawa, terguling guling,
menggigit jari setiap kali aku membuka lembarannya
Awalnya aku
liat novel ini berada di rak paling pertama dan teratas di gramedia matraman, sama sekali aku ngga nyentuh dan ngga
tertarik buat beli novel itu, karena aku emang ngga terlalu suka banget baca
novel. Sampai suatu saat Nyimas dan Lastri menggebu gebu gitu kalo ngomongin
soal Dilan di kelas, Heboh!
“minjem
dong ridaa abis elu gua baca”
“ha ha ha
baca juga dia”
Abis penasaran,
pada jatuh cinta sama Dilan katanya <3 nbsp="" span="">3>
KUTIPAN
KATA KATA DILAN
“Bismillahirahmannirahiim. Dengan Rahmat Allah
Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Dengan ini, dengan penuh perasaan, mengundang
Milea Adnan untuk sekolah pada: Hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat dan
sabtu”
“Suatu hari kamu akan naik motorku Milea,
percayalah”
“Milea, kamu cantik. Tapi aku belum
mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja”
“Pemberitahuan: Sejak sore kemaren, aku sudah
mencintaimu – Dilan!”.
Daftar orang-orang yang ingin jadi pacarmu:
1. Nandan (Kelas 2 Biologi)
2. Pak Aslan (Guru Olah Raga)
3. Tobri (Kelas 3 Sosial)
4. Acil (Kelas 2 Fisika)
5. Dilan (Manusia)”
“Jangan pernah bilang ke aku
ada yang menyakitimu, Milea. Karena Nanti, besoknya, orang itu akan hilang!”
“selamat ulang tahun Milea,
ini hadiah untukmu, cuman TTS. Tapi sudah kuisi semua, aku sayang kamu, aku
tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya”
“sampaikan ke Lia kalau
sholat harus menghadap kiblat”
“malam ini kalau mau tidur,
jangan ingat aku ya Lia”
“eh jangan kenal deh bu,
nanti ibu jadi cinta, saingan deh sama aku”
“nama jalan ini sudah kuganti,
jalan Milea. Jalan Milea dan Dilan. Jalan Mile dan Dilan sang peramal. Jalan Milea
dan Dilan sang peramal yang semalam mikirin Milea.”
“harus sealu dekat biar
engga perlu kupikirin”
“aku bingung, kubawa jalan
jalan dulu atau langsung kubalikkin e delaer?”
“kalau bakso kuah itu bikin
aku inget, ke kamu, aku pernah makan bakso kuah sama kamu he he he”
“heh jangan ketawa, nanti
laki laki yang disana jadi suka sama kamu”
“dagu kamu itu bagus, aku
takut tadi ada yang nawar, kalo ditawar seribu juga kemahalan”
“Awas yang puya anjing galak”
“bunda, ada debt collector”
“kaya gini aja, masih
orisinil, belum dimodif” ( waktu ibu Milea penasaran sama Dilan)
“apa ya? Ngga usah repot
repot, air zam zam aja bu”
“masuk yu, ngga enak
nganggurin monyet ha ha ha”
“ah cemburu itu hanya untuk
orang yang tidak percaya diri, dan sekarang aku sedang tidak percaya diri ha ha
ha”
“kamu tidur, jangan
begadang, jangan rindu. Berat, kamu ngga akan kuat, biar aku saja”
“tolong sampaikan ke ibumu,
aku mencintai anak sulungnya”
“Senakal-nakalnya anak geng
motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama”
“Dilan diam. Aku diam.
Lalu, kata Dilan:“Kalau dipecat, aku bisa datang ke sekolahmu. Tiap hari,”
lanjut Dilan. “Biarin gak sekolah juga. Asal aku bisa antar jemput kamu ke
sekolah. Sampai kamu lulus, sampe kamu sukses, naik haji dan mabrur.”
"'Dia
itu diam, bukan karena baik.'
‘Karena
apa?’
'Karena,
gak berani. Karena, takut. Gak siap dimarahin.'
Aku
diam.
'Harusnya,
dia juga dimarah karena penakut. Dunia butuh orang pemberani. Yes?'
Aku
diam.
'Kamu
pikir bandel itu gampang? Susah. Harus tanggung jawab sama yang dia udah
perbuat,' kata Dilan lagi."
"'Gimana,
ya?' Dilan bagai mikir. 'Dulu, waktu kecil,' Dilan mengenang. 'Aku nyuruh Disa
ngambil tas di kamar. Terus, si Bunda bilang, jangan nyuruh-nyuruh, katanya,
kerjain sendiri.'
'Itu,
sih, negur, bukan marah.'
'Iya.
Nah, waktu si Bunda nyuruh aku shalat, aku jawab aja: Bunda, jangan
nyuruh-nyuruh! Kerjain sendiri.'"
Itu kata kata dari Dilan
untuk Milea yang sangat aku kagumi membacanya, hebat! Dilan itu menunjukan rasa
cintanya ke Milea menggunakan cara yang tidak biasa “Extraordinary Way”,
mungkin bukan hanya cara pengungkapan cinta, bahkan kesehariannya pun menggunakan
kata kata yang pendengarnya tidak akan bisa menebak apa yang akan keluar dari
mulut Dilan. Dilan selalu tahu apa yang harus dilakukannya saat menghadapi
suatu kejadian. Kata katanya itu sangat aneh, tidak biasa, lucu dan kadang
kadang membuat pendengar seperti tersambar petir ketika mendengarnya, ah Dilan~
Bener-bener yang jatuh cinta head over heels karena menurut aku Dilan itu
karismatik. Kamu tau aku baca buku Dilan 1990 itu sampe jam 1 malem karena besoknya
buku itu udah harus dibalikkin ke yang ngantri sebenernya, aku nyelak antrian
orang kemaren.
Waktu
mereka berantem nih gara gara geng motor, Mereka berdiri berhadapan dibatasi
pagar rumah Milea. Bukannya memberikan kalimat menenangkan yang serius, Dilan
malah nyuruh Milea mengikuti kata-katanya. AKU MENCINTAI KAMU. Per kata. Sambil
bertatapan. Udah dengan begitu aja, Milea jadi senyum lagi. Luluh hatinya gak
jadi lama-lama marah ha ha ha pengen ketawa pas nulis ini tapi lagi makan
bakwan takut keluar bakwannya.
Udah ada niat lagi nih nyelak
antrian orang buat baca Dilan 1991, eh banyak yang bilang “jangan baca yang
kedua, nanti kecewa” ah kalian ini bikin labil. Aku udah tau kalo si Dilan sama
Milea nanti ngga akan sampe akhir dari timeline twitter nya @pidibaiq yang sopiler soal itu, tapi yaa
karena pengen tau karena apa putusnya, yaudah aku terusin aja bacanya. Waktu itu
aku bacanya juga ngebut dikosan temen aku “Abang Tari” ( sohibah fil mahad
marjul lakin sa tatagoyar bada kolil. Artinya : temen pondok aku yang tomboi
tapi sebentar lagi mau berubah ) . Ada beberapa karakter baru, aku harus sabar
pas baca masih ada nama Kang Adi di buku kedua, Kalau bisa sih Kang Adi
diungsikan ke Pluto aja, abis itu hipotermia ke kutub utara. Di buku kedua,
kehadiran Dilan tidak sebanyak di buku pertama dan karismatik nya sedikit
berkabung, hilang sedikit gitu tapi tenang, Dilan masih unik, kok, masih doyan
ngegombalin Milea, pemikirannya masih nyeleneh tapi masuk akal, masih suka
bicara hal-hal absurd, masih sesekali nulis puisi. Tapii... aaaaaakkk aku ngga
mau terima kisah akhir novel ini L
L
L
L
sambil nungging,
nangis tau sedikit. Pokoknya ngga bisa terima yaa Pidibaiq, iya bener kecewa,
iya kamu yang belum baca Dilan 1991 aku saranin ngga usah baca ya :’) biar kamu
tetap terbang melayang dalam diri Dilan 1990.
Kadang-kadang gue kagum sama
dia. Kalau dia dengar Dilan lagi ada masalah, refleks Milea adalah memastikan
Dilan baik-baik aja. Tapi kadang kadang aku juga nganggep kalo dia itu
berlebihan sampe melakukan hal hal nekat yang aku pikir itu terlalu cuman buat “pacar”
tapi yaa ngga papa itu hak dia toh aku seneng seneng aja dia berbuat kaya gitu
ha ha ha. Tapi kenapa sih harus berujung begitu ceritanya?
Singkat kata dalam novelnya
ini Pidibaiq berhasil menghadirkan sebuah kisah cinta yang sederhana dan
natural. Kisah cinta yang dihadirkan bukan kisah cinta yang muluk-muluk atau
penuh dengan drama yang menguras air mata, melainkan sebuah kisah yang
biasa-biasa saja yang dikemas dengan gaya bertutur khas Dilan. Tapi dari hasil
baca novel ini, aku jadi orang yang kepo akut! Pengen banget ke Bandung cuman
cari tau jalan banteng itu sebelah mana, jalan buah batu itu sebelah mana,
mereka sekolah di SMA negeri mana, pengen ke kantor polisi Bandung, cari data
tahun 1991 anak SMA yang masuk penjara karena berkelahi siapa namanya, pengen
tau warung bi eem sekarang jadi apa ah semuanya pokoknya tentang mereka. ada
beberapa pertanyaan yang harus aku ajukan ke Pidibaiq :
1. Aku curiga
kalo Dilan itu Pidibaiq dengan catatan : gaya bahasa yang dipake Pidibaiq di
twitter mirip seperti gaya bahasa Dilan sehari hari. Kamu inget komik Dilan di
koran pikiran rakyat? Ya di blognya Pidibaiq juga sering posting komik strip
karya dia. Milea dan Pidibaiq suka mention mention an di twitter.
2. Suami /
Istri dari Milea dan Dilan sekarang apa ngga cemburu dengan terbitnya novel
kisah masa lalu Milea dengan Dilan?
3. Atas dasar
apa sih Pidibaiq mengambil kisah percintaan Milea sebagai ide novelnya?
4. Milea
Adnan Hussain itu siapanya Pidibaiq?
5. Sekarang
Dilan dan Milea tinggal dimana?
6. Dilan
dan Milea masih suka chat / ketemu / ngobrol ngga sekarang?
7. Akew
meninggal karena apa sih? Aku kurang ngehh he he
8. Teman temannya
Milea dan Dilan seperti Wati, Nandan, Piyan, Revi, Susi, Anhar dkk masih sering
ketemu / chat ngga sekarang?
9. Cewek berkerudung
yang disamping Dilan waktu acara pemakaman ayah Dilan apa bener itu pacarnya
Dilan? Apa sekarang jadi istrinya Dilan?
10. Berapa penghasilan
tukang ikan di pasar kranji per hari?
11. Kira kira
responnya Dilan waktu tau dan baca novel ini gimana? seneng atau marah karena
udah ngungkit masa lalu?
12. Kok ekspresi
Dilan pas ketemu Milea di kantor mas Herdi biasa aja sih? Ngga ada surprise
surprise nya gitu?
13. Apa
bener setelah bertemu Milea itu Dilan langsung balik ke Bandung? Aku pikir sih
engga
14. Waktu
acara pemakaman ibu Rini dan ayah Dilan kan mereka ketemu, apa ngga ada usaha
dari Dilan atau Milea untuk berkomunikasi atau apalah gitu?
15. Kenapa sih
harus berujung kaya gitu ceritanya? Aku ngga terima!
PUISI DILAN
Bolehkah aku punya pendapat?
Ini tentang dia yang ada di bumi
Ketika tuhan menciptakan dirinya
Kukira dia ada maksud mau pamer
Dilan, Bandung 1990
Milea ( 2 )
Katakan sekarang
Kalau kue kau anggap apa dirimu?
Roti cokelat? Roti Keju?
Martabak? Kroket? Bakwan?
Ayolah!
Aku ingin memesannya
Untuk malam ini
Aku mau kamu
Dilan, Bandung 1990
Dilan,
Kalau dulu aku pernah berkata bahwa aku mencintai
dirimu, maka kukira itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap dan
berlaku tidak hanya sampai di hari itu, melainkan juga di hari ini dan untuk
selama-lamanya.
Karena, sekarang aku mungkin bukan aku yang dulu,
waktu membawa aku pergi, tetapi perasaan tetap sama, bersifat menjalar, hingga
ke depan!
Aku mencintaimu, biarlah, ini urusanku. Bagaimana
engkau kepadaku, terserah, itu urusanmu!
(Halaman 343, Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1991)
Coba cek twitter @MileaAdnan kayaknya itu account asli Milea dan ada beberapa informasi disitu. Menurutku, tentang Pidi Baiq adalah Dilan sepertinya ngga, gaya bahasanya sama karena beliau yang menulis novel tersebut. Coba cek blognya Pidi Baiq dia jelaskan bahwa dia bertemu dengan Milea dan Dilan yang asli
BalasHapus@hanifah utami : aku setuju dgn pndapat anda..aku juga suka kepoin tntg bandung...kalo mnurutku dilan itu ya ayah..kenapa?sekarang logika aja wktu jumpa pers bedah buku dilan seakan2 ayah tau semua seluk beluknya kan gak mngkin kalo dilan cerita ke ayah smpai segitu detailnya kalo bkan yg ngalamin sendiri..blum lgi ditwitter kalo milea kisahnya sama dilan knapa kebanyakan chat nya sama ayah..
BalasHapusKlw saya mah sdh sangat yakin klw dilan itu surayah
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusdi cerita sosok dilan sering cerita banyak sama sahabatnya piyan. wajar kayanya kalau pidibaiq tau semua tentang gaya bahasanya sosok dilan beliau penulisnya
BalasHapuspidibaiq mirip tokoh pcarnya wati hihi
kerennn
BalasHapusAku juga yakin banget kalo dilan itu ayah. Nah iya bener pertanyaan kamu yg ke-4. Kalo ayah itu sahabat baik dilan ama milea, kenapa tokoh ayah gak masuk buku gitu?
BalasHapusDilan itu pidi baiq sendiri. Ada di anggauzz.blogspot.com kok cek aja yg interview/wawancara sama pidi baiq. Ada sedikit yg bikin kepo kalo mau bahas biar lebih enak dm twitter saya aja @afadhlir kita sama sama penasaran siapa dilan sebenernya :D
BalasHapusaku mencintaimu, biarlah, ini urusanku. Bagaimana engkau kepadaku, terserah, itu urusanmu
BalasHapusdalem banget...
Lgian milia husend istrinya sndiri
BalasHapus